Minggu, 26 Januari 2014

Distemper, Pembunuh Kucing No. 1



Sudah beberapa kali anak kucing Mia sering mati hanya dalam hitungan hari. Padahal sebelumnya mereka sangat lincah, gemuk dan sehat. Mulanya sich gak pingin nulis tentang hal ini karena masih berkabung dengan kematian salah satu kucing kesayangan Mia krn ni penyakit,  jadi ini bisa jadi informasi juga buat teman teman apalagi pecinta kucing yang kucingnya terkena sakit yang gejalanya sama seperti yang dialami oleh anak-anak kucing Mia.


Jika teman-teman mempunyai anak-anak kucing yang masih berumur dibawah 2 bulan, mungkin kita akan senang melihat mereka terlihat begitu sehat, lincah, gemuk dan cerdas (iya,, cerdas. utk ukuran kucing tentu saja). Tapi, berhati-hatilah ketika umur anak kucing sudah memasuki 3 bulan ke atas, karena pengaruh susu kolostrum dari air susu ibunya disaat awal2 kelahiran, semakin lama akan semakin memudar. Karena kolostrum dari induk kucing inilah, membuat imun anaknya menjadi kuat dari segala macam jenis penyakit. Kolostrum ini merupakan susu pertama yang keluar dari induknya setelah melahirkan, yang mengandung zat-zat untuk kekebalan tubuh anak-anaknya, sehingga tidak mudah terkena penyakit. Kolostrum hanya bisa didapat  sampai 5 jam setelah kucing melahirkan. Akan tetapi, setelah berumur 2 bulan ke atas, perlahan-lahan kekebalan tubuh berkat kolostrum ini akan semakin berkurang sehingga membuat anak kucing rawan terkena berbagai macam penyakit, terutama distemper

Apa itu Distemper?

Distemper atau Feline Distemper disebut juga sebagai penyakit Feline panleukopenia virus (FPV), Feline distemper,atau feline ataxia, merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya dan mematikan bagi kucing. Penyakit ini yang disebabkan oleh virus feline parvo, dimana virus ini sangat cepat menular dari satu kucing ke kucing lainnya yang bisa saja dibawa melalui udara, gigitan kutu, air liur, kotoran, muntah, bekas makan dan air dari hewan lain yang terkena virus parvo.Selain kucing, anjing juga ada penyakit distempernya, Akan tetapi, distemper kucing dan anjing berbeda penyebab virusnya.

Berdasarkan dari keterangan dokter hewan, virus ini sebenarnya sudah ada tertanam didalam tubuh kucing, tapi virus ini hanya 'tertidur' didalam usus kucing karena imun tubuh si kucing (utk kasus anak kucing umur dibawah 3 bulan, imun mereka sangat kuat karena perlindungan dari kolostrum induknya). Akan tetapi, ketika imun si kucing agak terganggu akibat musim pancaroba dan kedinginan, maka virus ini akan 'terjaga' dan dg cepat membelah dirinya dan merusak jaringan-jaringan usus (radang usus) sehingga kucing tersebut mengalami diare akut, muntah-muntah dan demam. Tidak jarang, jika virus ini memasuki sel otak, akan menyebabkan kucing kejang-kejang dan tidak lama kemudian akan mati. Oleh karena itu, banyak anak-anak kucing yang terkena penyakit distemper ini disaat musim pancaroba yang mengakibatkan turunnya sistem imun mereka akibat suhu udara yang dingin.

Kucing yang sudah besar bisa juga terkena distemper, akan tetapi peluang mereka untuk selamat dan survive dari virus ini lebih besar dibandingkan anak kucing yang imunnya lebih lemah.  Diperkirakan sebesar 25 – 90% anak kucing yang belum divaksinasi akan berakhir dengan kematian. Adapun si anak kucing berhasil sembuh akan tetapi kerusakan ususnya sudah parah akibat virus tersebut ,maka si kucing akan mudah terkena diare sepanjang hidupnya.

Beda kucing terkena diare biasa (diakibatkan karena makanan yang tidak cocok, keracunan ringan, karena flu, karena gangguan pencernaan biasa, bakteri E.coli yang terlalu banyak, cacingan dll) dengan diare akibat distemper. Diare biasa bisa diobati dengan memakai obat biasa seperti diapet (untuk keracunan ringan) atau entrostop atau obat cacing jika kucingnya cacingan yang ditandai pup dan muntahnya biasanya terdpt cacing (dosis 1/4 aja untuk anak kucing). Akan tetapi diare krn distemper tidak akan bisa diberi obat-obatan spt tadi, harus obat khusus dari dokter. Dan ciri utama dari diare ini, jika diare biasa, usus kucing tidak akan terasa menonjol dibalik perutnya, akan tetapi usus kucing yang terkena distemper sangat terasa jelas bahkan kelihatan dengan jelas menonjol dari balik perutnya.





Gejala Kucing Terkena Distemper


Masa inkubasi dari virus ini sangat cepat, hanya 4-5 hari saja. Oleh karena itu, tanpa kita sadari, anak kucing kita mati hanya dalam hitungan beberapa hari. Akan tetapi kucing yang bisa bertahan hidup lebih dari 5 hari (setelah diobati tentu saja) mempunyai peluang untuk sembuh. Berikut gejala-gejala dari distemper yang patut kita waspadai:

Hari pertama

- Kucing yang semula lincah akan terlihat mulai lesu daripada biasanya. Semakin hari semakin terlihat semakin lemas.

Hari kedua

- Diare akut terkadang disertai muntah berwarna kuning. Tak jarang setiap selesai makan, si kucing langsung pup (makanan tidak bisa bertahan lama di perutnya) sehingga berat badan kucing turun drastis. 
- Tidak nafsu makan. Terkadang ada anak kucing yang tetap lahap makan, akan tetapi dia menjadi pilih-pilih makanan (yang sebelumnya dikasih apapun bahkan nasi putih aja tetap dilahapnya). Biasanya hanya mau memakan makanan yang mempunyai bau yang tajam (seperti daging kalengan khusus kucing). Akan tetapi, ada juga yang benar-benar ga mau makan sama sekali.
- Tampak depresi
- Tidak mau minum sama sekali akan tetapi ada juga yang sering haus-haus
- Suka pergi menyendiri di tempat yang dingin seperti kamar mandi atau suka berjemur dihalaman
- Bagian pantat terlihat basah bahkan dubur terluka akibat diare berkepanjangan
- bau pup sangat menyengat dan tidak bau busuk yang 'normal'. Pup kucing memang bau, akan tetapi pup kucing yang sakit karena distemper berbau berkali-kali lebih menyengat, seperti campuran amoniak dengan kotoran kuda atau sapi. (believe me, it's very stink >.< ) hal ini dikarenakan ususnya yang terinfeksi.

Hari ketiga

- Kucing mengalami demam tinggi atau suhu tubuhnya terasa lebih dingin dari biasanya
- Badan kucing terasa kaku (karena menahan sakit perut), perut bagian atas terlihat besar (karena tulang paru-parunya) dan perut bagian bawah sangat kurus (karena diare akut sehingga tidak ada makanan diperutnya) dan jika perut diraba, usus perutnya terasa menonjol karena usus menebal dan getah bening diperut membesar.
- Dehidrasi akut
- Terkadang pup sedikit berdarah atau sangat cair seperti bubur

Hari keempat atau kelima

- Kejang-kejang, pertanda virus sudah memasuki otak kecil. Jika sudah sampai ditahap ini, kucing biasanya tidak akan bisa diselamatkan lagi.


Cara Pencegahan dan Pengobatan


 Penyakit distemper ini salah satu penyakit pembunuh no 1 bagi kucing karena belum ada obat untuk membunuh virus ini. Satu-satunya cara, hanya 'berharap' pada imun si kucing untuk bisa melawan virus itu. Kucing yang terkena distemper ini, hanya akan diberikan dokter suntikan antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder lebih luas yang diakibatkan bakteri usus yang ikut menyerang disaat kucing sedangl emah karena virus parvo ini. Suntikan vitamin A dan B, serta obat anti diare, anti muntah, antibiotik dan penguat imun yang sudah dijadikan puyer dan dibagi2 oleh dokter. dapat diberikan kepada kucing 2x sehari utk persediaan 4-5 hari.


1. Berikan vaksin untuk distemper pada anak kucing minimal umur 2 bulan dan kolestrum induk akan mulai menipis fungsinya disaat anak kucing berumur 3 bulan.

2. Walaupun kucing sudah disuntik distemper, bukan berarti kucing 100% kebal dari virus parvo. Tapi hanya meminimalisir terkena virus parvo dan memperkecil efek merusak dari virus parvo, jadi kucing bisa mendapat waktu lebih lama untuk bertahan sampai mendapatkan pengobatan dan lebih cepat pulih dari sakit.


 3. Jangan remehkan jika kucing anda tidak mau makan dan terlihat lemas. Kucing jika tidak mau makan dalam 1 hari dapat berakibat fatal pada dirinya. Segera periksakan ke dokter jika kucing anda terlihat lemas, tidak mau makan walau sudah dipancing dengan makanan basah yang lebih berbau tajam dan lezat drpada makanan kering. Apalagi jika disertai muntah dan diare. Segera bawa ke dokter!!!

4. Jika anda punya kucing2 lainnya di rumah, segera jauhkan kucing yang sakit dari kucing yang sehat. Karantina kucing yang sakit jauh dari kucing yang sehat, berikut juga dengan peralatan makan dan minumnya dan kandangnya (jika kucingnya biasa tidur dikandang) jangan gunakan ke kucing sehat. Karena virus ini sangat sangat sangat mudah menular.

5. Jangan biarkan kucing kedinginan selama ia sakit, karena udara dinginlah penyebab virus ini 'terjaga' dan menyerang dikala imun sikucing menurun. Siapkan kotak, alasi dengan kain atau busa. Sediakan alas dari kain khusus atau plastik dibawah pantat kucing. Jadi jika pup nya keluar dikala ia tidur (karena diare akut, terkadang pup nya keluar tanpa ia sadari begitu saja). Jadi kain atau plastik yang terkena pup tsb bisa langsung dicuci atau dibuang. Jika kain tempat alas tidurnya yang terkena, segera cuci. Karena bekas pup, pipis kucing sakit mengandung virus parvo. Selimuti kucing agar ia lebih hangat

6. Cuci smua perlengkapan makan, kandang, tempat tidur, kain yang dipakai sebagai alas tidur dll yang pernah dijilat, terkena pup dan kencing kucing yang sakit dg larutan disinfektan khusus. Virus ini tidak bisa dibunuh oleh larutan disinfektan biasa, dan virus ini bisa bertahan hidup selama 1-2 tahun di udara bebas. Oleh karena itu, perlu diisinfektan khusus untuk membersihkan bekas-bekas tempat sikucing atau menyuci kain alas tidurnya. Dan usahakan pel lantai rumah anda selama salah satu kucingnya masih sakit dengan larutan disinfektan ini untuk memastikan virus tersebut tidak menempel dilantai dan menulari kucing lainnya. Larutan disinfectan khusus ini dapat dibeli di petshop, jika tidak ada, larutan pemutih Bayclean bisa menjadi pilihan kedua.

7. Paksa kucing makan jika ia masih tidak mau makan, karena kucing harus makan terlebih dahulu sebelum minum obat. Hancurkan daging kalengan khusus kucing (jangan sarden untuk manusia karena sudah dibumbui dengan bawang putih, bawang putih beracun untuk kucing) dengan sedikit air, lalu berikan makanan sudah hancur tsb dengan bantuan alat suntik yang tidak memakai jarum. Hati-hati menyuapinya jangan sampai tersedak, karena bisa-bisa makanan tsb mengalir ke paru-parunya sehingga menyebabkan kucing mati.

tips: jika kucingnya belum sakit terlalu parah dan makannya masih mau tapi sangat sedikit, ada teman pernah menyarankan memakai produk makanan kucing royal canin, baunya dapat merangsang selera makan kucing yang sedang sakit. Jadi kita tidak perlu capek2 mencekokinya dengan suntikan karena tidak mau makan.

8. Beri kucing makan dg porsi sedikit tapi dengan frekuensi yang sering. misalnya sekali 2-4 jam. Karena ia diare, maka makanan yang baru dimakannya akan mudah keluar lagi, oleh karena itu kenapa perlu menyuapinya makanan sekali 2-4 jam agar perutnya tidak kosong. Jika diare kucing mulai sembuh, biasanya nafsu makannya mulai membaik, jarakkan waktu pemberian makannya krn kucing sudah bisa makan dengan porsi yang lebih banyak.
tips: pernah juga yang ngasih saran, kasih kucingnya tempe rebus dg kaldu trs dialusin jadi bubur. tempe dapat membantu penyembuhan diare

9. Berikan kucing oralit yang bisa dibeli di petshop (atau bisa dibikin sendiri dengan perbandingan 2 sendok gula, 1/2 sendok garam utk 1 gelas air) dan berikan sesering mungkin kepada kucingnya. Kalo kucingnya gampang haus, maka ga usah di cekokin, tapi kalo kucingnya jarang minum, terpaksa dicekokin. usahakan 5-6 kali suntikan air minum dlm 1 jam. Karena kucing yang dehidrasi mengakibatkan sikucing sangat lemas sehingga keadaannya akan semakin cepat memburuk dan mempercepat kematiannya. Sebenarnya, pemberian air oralit sesering mungkin selama sakit adalah kunci paling terpenting selain obat anti diare utk kesembuhan sikucing.

10. Rajin berdoa memohon kesembuhan kucingnya pada Tuhan (walau terdengar lebbay, tapi yang bener2 sayang sama kucingnya, pasti merasa banget gmn berharganya tu kucing :'( )


Memang, proses-proses diatas membutuhkan ketelatenan dan kesabaran karena kita akan repot bolak balik ngasih kucingnya minum dan makan. Kadang menyuci alas kain yang terkena pup nya (jika kucingnya masih mampu untuk berjalan ke bak pasirnya, segera bersihkan bak pasirnya dari pupnya). Akan tetapi, hal tersebut akan terbayar indah jika sikucing diizinkan Allah untuk sembuh. Jikapun tidak, setidaknya kita sudah berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan nyawanya :'(


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mohon berbahasa yang sopan (boleh melawak asal sopan)dan tidak melenceng dari postingan atau memuat iklan. Komentar yang dianggap ga pantas akan di hapus oleh admin Tora^^

Thanks