Rabu, 06 Oktober 2010

Bacalah; Sebuah Kritikan Membangun Untuk Bangsa Kita Dari Jurnalis Luar

Berawal dari jalan2 di salah satu forum penulis, ada sebuah thread yang menarik perhatian Mia. Yaitu, sebuah kritikan yang di tulis oleh Andre Vitchek (an American novelist, movie maker, and journalist, co-founder of Mainstay Press, an editorial director of Asiana Press Agency ) ditujukan untuk Jakarta (baik pemerintah dan masyarakat), yang mana kritikannya itu benar-benar MENAMPAR keras kita semua. Baik yg BUKAN orang tinggal di Jakarta, apalagi orang yang hidup di Jakarta.

Why?

Karena bisa jadi gambaran Jakarta masa kini, bisa saja menimpa daerah lainnya di Indonesia10 thn, 20 thn, atau 30 tahun yg akan datang. Andre Vitchek sepertinya mempunyai kecintaan khusus terhadap Indonesia, Jakarta khususnya. karena ia banyak menghasilkan tulisan kritikan terhadap pertumbuhan, seni budaya, politik, hukum dan pemerintahan di Indonesia. 

Di mana kritikan itu benar-benar di tulis secara profesional, yaitu adanya studi banding yang dia adakan antara Indonesia dengan sejumlah negara-negara berkembang lainnya. Dan sebagai pihak yang netral, kritikannya bisa menjadi renungan bagi kita -sebagai generasi muda yang mungkin menjadi bagian dari pemerintahan suatu saat nanti, bagi warga negara Indonesia yang mempunyai tanggungjawab untuk menjaga negara kita, dan pemerintah sebagai pelaksana segala tatanan kehidupan bangsa Indonesia) agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik, dan tidak hanya DIAM melihat kerusakan demi kerusakan yang terjadi di negara kita.

Berikut, salah satu artikel dari Andre Vitchek, yang memuat kritikan terhadap jakarta (sumber aslinya dapat di lihat: http://www.worldpress.org) berikut terjemahannya dalam bahasa Indonesia,,, Mia harap, semuanya bersedia untuk membacanya,,, karena ini, adalah kenyataan yang sedang kita hadapi bersama.   


Jakarta: In Need of Improvement

Andre Vitchek
Worldpress.org contributing editor
July 26


Pada saat ini, gedung pencakar langit, jalanan macet dipadati oleh ratusan ribu kendaraan, dan mal-mal raksasa telah menjadi pusat kebudayaan Jakarta, yang notabene merupakan kota terbesar ke-4 di dunia. Terjepit di antara gedung tinggi, terhampar perkampungan di mana bermukim sebagian besar penduduk Jakarta yang tidak memiliki akses sanitasi dasar, air bersih atau pengelolaan limbah.

Di saat hampir semua kota-kota utama lain di Asia Tenggara menginvestasikan dana besar-besaran untuk transportasi publik, taman kota, taman bermain, trotoar besar, dan lembaga kebudayaan seperti museum, gedung konser, dan pusat pameran, Jakarta tumbuh secara BRUTAL dengan berpihak hanya pada PEMILIK MODAL dan TIDAK PEDULI akan nasib mayoritas penduduknya yang MISKIN.

Kebanyakan penduduk Jakarta belum pernah pergi ke luar negeri, sehingga mereka tidak dapat membandingkan kota Jakarta dengan Kuala Lumpur atau Singapura, Hanoi atau Bangkok. Liputan dan statistik pembanding juga jarang ditampilkan oleh media massa setempat. Meskipun bagi para wisatawan asing Jakarta merupakan NERAKA DUNIA, media massa setempat menggambarkan Jakarta sebagai kota "modern", "kosmopolitan" , dan "metropolis" .

Para pendatang/wisatawan seringkali terheran-heran dengan kondisi Jakarta yang tidak memiliki taman rekreasi publik. Bangkok, yang tidak dikenal sebagai kota yang ramah publik, masih memiliki beberapa taman yang menawan. Bahkan, Port Moresby, ibukota Papua Nugini, yang miskin, terkenal akan taman bermain yang besar, pantai dan jalan setapak di pinggir laut yang indah.

Di Jakarta kita perlu biaya untuk segala sesuatu. Banyak LAHAN HIJAU diubah menjadi LAPANGAN GOLF demi kepentingan orang kaya. Kawasan Monas seluas kurang lebih 1 km persegi bisa jadi merupakan satu-satunya kawasan publik di kota berpenduduk lebih dari 10 juta ini. Meskipun menyandang predikat kota maritim, Jakarta telah terpisah dari laut dengan Ancol menjadi satu-satunya lokasi rekreasi yang sebenarnya hanya berupa PANTAI KOTOR.

Bahkan kalau mau jalan-jalan ke Ancol, satu keluarga dengan 4 orang anggota keluarga harus mengeluarkan uang Rp 40.000 untuk tiket masuk, satu hal yang TAK MASUK AKAL di belahan lain dunia. Beberapa taman publik kecil kondisinya menyedihkan dan tidak aman.
 

Sama sekali tidak ditemui TEMPAT pejalan kaki di seluruh penjuru kota (tempat pejalan kaki yang dimaksud adalah sesuai dengan standar "internasional"). Nyaris seluruh kota-kota di dunia (kecuali beberapa kota di AS, seperti Houston dan LA) ramah terhadap pejalan kaki. Mobil seringkali tidak diperkenankan berkeliaran di pusat kota . Trotoar yang lebar merupakan sarana transportasi publik jarak pendek yang paling efisien, sehat, dan ramah lingkungan di daerah yang padat penduduk.

Di Jakarta, nyaris tidak dijumpai bangku untuk duduk dan rileks, tidak ada keran air minum gratis atau toilet umum. Ini memang remeh, tapi sangat penting, merupakan suatu detil yang menjadi simbol kehidupan perkotaan di bagian lain dunia.

Sebagian besar kota-kota dunia, ingin dikunjungi dan dikenang akan kebudayaannya. SINGAPURA sedang berupaya mengubah citra kota belanjanya menjadi jantung kesenian Asia Tenggara. Esplanade Theatre yang monumental telah mengubah wajah kota Singapura, dimana ia menawarkan konser musik klasik, balet, dan opera internasional kelas satu, di samping pertunjukan artis kontemporer kawasan. Banyak pertunjukan yang disubsidi dan seringkali gratis atau murah, bila dibandingkan dengan pendapatan warga kota yang relatif tinggi

Kuala Lumpu, MALAYSIA menghabiskan $100 juta untuk membangun balai konser philharmonic yang terletak persis di bawah Petronas Tower, salah satu gedung tertinggi di dunia. Balai konser prestisius dan impresif ini mempertunjukkan grup orkestra lokal dan internasional. Kuala Lumpur juga sedang menginvestasikan beberapa juta dolar untuk memugar museum dan galeri, dari Museum Nasional hingga Galeri Seni Nasional.

Hanoi, VIETNAM bangga akan budaya dan seninya, yang dipromosikan guna menarik jutaan turis untuk mengunjungi galeri-galeri lukisan yang tak terhitung jumlahnya, di mana lukisan tersebut merupakan salah satu yang terbaik di Asia Tenggara. Gedung Operanya yang dipugar secara reguler mempertunjukkan pagelaran musik Asia dan Barat.


Candi-candi dan istana kolosal di Bangkok, THAILAND eksis berdampingan dengan teater dan festival film internasional, klub jazz yang tak terhitung jumlahnya, dan juga pilihan kuliner otentik dari segala penjuru dunia. Kalau bicara musik dan kehidupan malam, tak ada kota di Asia Tenggara yang semeriah Manila .

Nah, sekarang balik ke Jakarta, INDONESIA . Siapapun yang bernah berkunjung ke  "perpustakaan umum" atau gedung Arsip Nasional pasti tahu bedanya. Tak heran, dalam pendidikan Indonesia, BUDAYA DAN SENI dianggap "TIDAK MENGUNTUNGKAN" (kecuali musik pop), sehingga menjadi tidak relevan. Indonesia merupakan negara dengan ANGGARAN PENDIDIKAN TERENDAH nomor 3 di dunia (menurut The Economist, hanya 1,2% dari PDB) setelah Guyana Khatulistiwa dan Ekuador (di kedua negara tersebut keadaan sekarang berkembang cepat berkat pemerintahan baru yang progresif)


Museum di Jakarta berada dalam kondisi memprihatinkan, sama sekali tidak menawarkan eksibisi internasional. Museum tersebut terlihat seperti berasal dari zaman baheula dan tak heran kalau Belanda yang membangun semuanya. Tidak hanya koleksinya yang tak terawat, tapi juga ketiadaan unsur-unsur modern seperti kafe, toko cinderamata, toko buku atau perpustakaan publik. Kelihatannya manajemen museum tidak punya visi atau kreativitas. Bahkan, meskipun mereka punya visi atau kreativitas, pasti akan terkendala dengan ketiadaan dana.


Sepertinya Jakarta TIDAK PUNYA perencana kota, hanya ada pengembang swasta yang tidak punya respek atau kepedulian akan mayoritas penduduk yang miskin (mayoritas besar, tak peduli apa yang dikatakan oleh data statistik yang seringkali DIMANIPULASI pemerintah). Kota Jakarta praktis menyerahkan dirinya ke sektor swasta, yang kini nyaris mengendalikan semua hal, mulai dari perumahan hingga ke area publik.

Sedangkan beberapa dekade yang lalu di Singapura, dan baru-baru ini di Kuala Lumpur, mereka berhasil menghilangkan total perkampungan kumuh dari wilayah kota, namun Jakarta tidak mampu atau tidak mau memberikan warganya perumahan bersubsidi dengan harga terjangkau yang dilengkapi dengan air ledeng, listrik, sistem pembuangan limbah, taman bermain, trotoar dan sistem transportasi massal.


Selain Singapura, Kuala Lumpur dengan berpenduduk hanya 2 juta jiwa memiliki satu jalur Metro (Putra Line), satu monorail, beberapa jalur LRT Star yang efisien, dan jaringan kereta api kecepatan tinggi yang menghubungkan kota dengan ibu kota baru Putrajaya. Sistem "Rapid" memiliki ratusan bus modern, bersih, dan ber-AC. Tarifnya disubsidi, tiket bus Rapid hanya sekitar 2 Ringgit (kurang lebih Rp 4.600,00) untuk penggunaan tak terbatas sepanjang hari di jalur yang sama. Tiket abonemen bulanan dan harian yang sangat murah juga tersedia.

Bangkok menunjuk kontraktor Siemens dari Jerman untuk membangun 2 jalur panjang "Sky Train" dan satu jalur metro. Bangkok juga memanfaatkan sungai dan kanal sebagai transportasi publik dan objek wisata. Pemerintahan kota Bangkok juga mengklaim bahwa mereka sedang membangun jalur tambahan sepanjang 80 km untuk sistem tersebut guna meyakinkan penduduk untuk meninggalkan mobil mereka di rumah dan memanfaatkan transportasi umum. Bus-bus kuno yang berpolusi sudah sepenuhnya dilarang beroperasi di Hanoi , Singapura, Kualalumpur, dan Bangkok. 

Jakarta? Berkat korupsi dan pejabat pemerintahan yang tak kompeten, Jakarta tenggelam dalam kondisi yang berkebalikan dengan kota-kota tersebut.

Mercer Human Resource Consulting, dalam laporannya tentang kualitas hidup, menempatkan Jakarta di posisi setara dengan kota-kota miskin di Afrika dan Asia Selatan, bahkan di bawah kota Nairobi dan Medellin

Walaupun Jakarta menjadi salah satu ibukota terburuk di dunia, hidup di sana tidaklah murah. Menurut Survey Mercer Human Resource Consulting tahun 2006, Jakarta menduduki peringkat 48 kota termahal di dunia untuk ekspatriat, jauh di atas Berlin (peringkat 72), Melbourne (74) dan Washington DC (83). Nah, kalau untuk ekspatriat saja mahal, apalagi buat penduduk lokal yang pendapatan per kapita DI BAWAH $1000??

Anehnya, orang Jakarta diam seribu bahasa. Mereka pasrah akan kualitas udara yang jelek, terbiasa dengan pemandangan pengemis di perempatan jalan, dengan kampung kumuh di bawah jalan layang dan di pinggir sungai yang kotor dan penuh limbah beracun, dengan kemacetan berjam-jam, dengan banjir dan tikus.

Kalau saja ada sedikit harapan, kebenaran pasti akan terucap, dan semakin cepat semakin baik. Hanya diagnosis kejam dan realistis yang bisa mengarah pada obat. Betapapun pahitnya kebenaran, tetap saja lebih baik ketimbang dusta dan penipuan. Jakarta telah tertinggal jauh di belakang ibukota lain negara tetangga dalam hal estetika, pemukiman, kebudayaan, transportasi, dan kualitas dan higiene makanan. Sekarang Jakarta telah kehilangan kebanggaan dan mesti belajar dari Kuala Lumpur, Singapura, Brisbane, dan bahkan dalam beberapa hal dari tetangganya yang lebih miskin seperti Port Moresby, Manila, dan Hanoi.

Data statistik harus transparan dan tersedia luas. Warga harus belajar bertanya dan bagaimana untuk memperoleh jawaban dan akuntabilitas. Hanya kalau mereka memahami seberapa dalamnya kota mereka telah terperosok, maka barulah ada harapan. "Kita harus berhati-hati" kata produser film Malaysia dalam perayaan tahun baru di Kualalumpur. " Malaysia punya banyak masalah. Kalau kita tidak hati-hati, dalam 20-30 tahun Kuala Lumpur akan bernasib sama seperti Jakarta!"

Dapatkah pernyataan ini dibalik? Mampukah Jakarta menemukan kekuatan dan solidaritas untuk mobilisasi sehingga dapat menyaingi Kuala Lumpur? Mampukah kecukupan mengatasi keserakahan? Dapatkah korupsi diberantas dan diganti dengan kreatifitas? Akankah ukuran vila pribadi mengecil, dan kawasan hijau, perumahan publik, taman bermain, perpustakaan,
sekolah dan rumah sakit berkembang pesat?


Orang luar seperti saya hanya dapat mengamati, bercerita, dan bertanya. Dan hanya masyarakat Jakarta yang punya jawaban dan solusinya.

 Semoga, pemerintah kita membaca juga journey artikel dari Andre Vitchek, dan rakyat Indonesia,,, MARI BERSUARA DAN MENGINGATKAN para pemimpin kita yang mungkin masih terlena dg kepentingan pribadi mereka saat ini. Untuk generasi muda,, ingat-ingatlah peristiwa yang terjadi di saat ini dan dengarkanlah segala kritikan membangun terhadap bangsa kita, agar kita tidak lagi-lagi melakukan kesalahan yang dilakukan oleh para pemimpin kita di generasi sekarang. 

Marilah kita bersama mengubah nasib dan derajat bangsa kita menjadi lebih baik untuk kita semua.


“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

Sabtu, 02 Oktober 2010

Nyawa Manusia??? Tak Bernilai Lagi,,,

Obral,,, obral,,, nyawa manusia paling mahal seribu paling murah gratis,,,

Hmmm,,, mungkin ada yang tersinggung, atau ga setuju ataupun mungkin mengumpat apa yang Mia sebutkan di atas. Masa iya ngobral nyawa orang kayak ngobral barang-barang murahan. Mana gratis lagi. Mana ada di dunia ini gratis cuy,,, pipis aja bayar. Ga lama lagi mgkn kentut sembarangan bakal kena denda *ini mah lebbay,,,* masak iya nyawa manusia jadi murah sampai dihargain seribuan malahan gratis?

Well,,, setidaknya, itulah saat ini yang Mia pikirkan. Semakin lama, nyawa manusia terasa semakin murah. Bahkan ga ada harganya sama sekali. Kayak di zaman jahiliyah dahulu. Dan lebih menyedihkannya, kita (kita?? lo aja ma kebo) yang dikatakan makhluk yang paling sempurna diantara ciptaan Tuhan lainnya dan diberikan sebuah 'gelar' kehormatan dan kemuliaan sebagai khafilah di bumi ini,  ternyata tidak begitu berharga bagi sesama kita. Bahkan nyawa seekor ayam pun dinilai lebih berharga daripada nyawa manusia.

Lah,,, kok bisa begitu???

Mungkin para pembaca tulisan ini tidak sependapat dg Mia (dan Mia bersyukur jika ada yg tidak bersependapat dg Mia. Selamat,,, berarti anda seseorang yg masih menilai tinggi nyawa manusia. Pertahankan itu!!!) akan tetapi, begitu banyak peristiwa-peristiwa akhir-akhir ini yang membuat miris hati Mia (mangnya masih punya hati gitu?!?) dimana Mia terjun langsung dalam meliput kejadian pembunuhan atau hanya sekedar mendengar dan melihat peristiwa yang dimana nilai sebuah nyawa manusia tidak lebih berharga dari seekor binatang. bahkan GRATIS!!!

Di Bogor,,, ada sebuah tragedi dimana supir angkot tega membunuh keneknya hanya karena uang setoran keneknya kurang Rp.1000. Sebegitu mudahnya ia menghantam kepala keneknya itu berkali-kali sampai mati seolah-olah ia tidak begitu berharga dibandingkan uang seribu rupiah.

Bandung. Bulan puasa yang lalu, terjadi kasus mutilasi yang kebetulan di alami oleh tetangga Mia sendiri. Ia dibunuh oleh suaminya yg masih buron sampai saat ini dengan sadis memutilasi istrinya menjadi dua bagian hanya karena pertengkaran kecil yang disebabkan oleh mesin playstationnya yg rusak. Mungkin, ia merasa nyawa istri yang telah melahirkan 2 orang anak untuknya sudah tidak berharga lagi, ia tidak segan-segan membunuh istrinya yang selama ini setia mendampingi dirinya dikala susah dan senang.

Di Riau, seorang pengendara bermotor karena tidak sengaja melindas seekor ayam milik salah seorang disuatu pemukiman. si pemuda pengendara bermotor ini langsung dibacok dg celurit oleh si pemilik ayam tanpa ampun tak kala ia melihat ayamnya mati tergilas. Sungguh seekor ayam yang bernilai tinggi, yang dimana nyawanya setara mungkin lebih mahal daripada nyawa manusia.

Tetapi lebih tragisnya, tragedi Ampera yang sangat mengguncang kita semua beberapa hari yang lalu, takkala di dalam tragedi itu telah memakan 3 korban dengan keadaan yang sangat tragis. Korban dari kerusuhan di Ampera tersebut, setelah dibunuh, mereka masih juga terus disiksa oleh beberapa massa yang mengamuk. 3 mayat korban yang telah terbujur kaku, masih juga terus di bacok, ditusuk, bahkan wajahnya hancur karena hantaman senjata tajam berkali-kali dengan bengisnya. Ada juga korban yang sudah mati, kedua tangannya masih saja ditebas dan di injak2. Bahkan,,, ada sebuah bis kota yang berisi penumpang hendak di bakar oleh seseorang dari salah satu kubu. Untung saja tindakan oknum itu dapat dicegah. Jika saja tidak ada yg berusaha mencegahnya dapat dibayangkan, korban tidak bersalah akan semakin banyak yang tewas terbakar didalam bis tersebut.

Tidak hanya rakyat jelata, para petinggi kita, para penguasa, orang-orang (yang katanya) terhormatpun tidak lebih sama dengan orang-orang yang bertindak barbar tersebut. Ingat dengan kasus pembunuhan terhadap Hakim Agung yang dilakukan oleh Tommy Soeharto (walau dg menggunakan bantuan pembunuh bayaran), kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnain dan banyak kasus pembunuhan lainnya, yang intinya sama. TAK ADA LAGI NILAI BERHARGA DALAM NYAWA MANUSIA.

Dan banyak contoh tragedi-tragedi kemanusiaan yang lainnya. Seperti perang yang masih berkecamuk di Pakistan. Bahkan ide perang yang selalu tercetus oleh bangsa kita tatkala ada permasalahan dengan Malaysia. Pembunuhan demi pembunuhan terjadi hanya demi memenangkan ego di dalam diri. Selalu mencari celah pembenaran diri untuk menghilangkan nyawa manusia yang dimana sebenarnya itu merupakan hak Tuhan untuk mengambilnya. Seolah2 kapanpun bisa diambil dan dihilangkan begitu saja oleh kita, para manusia. Sedikit ada masalah, langsung bunuh. Perusakan dan kekerasan selalu menjadi solusi pemecahan sebuah konflik. And this is it,,, die in vanity. Its so worthless,,,

Sungguh sebegitu murahnya kah nyawa manusia saat ini?

Obral,,, obral,,, nyawa manusia paling mahal seribu paling murah gratis,,,

Jumat, 10 September 2010

Bagaimana Hasil Training Kita Satu Bulan Penuh Ini?

Hai hai hai,,,

maaf dah lama ga update-update,, maklum, sok sibuk hahahaha,,

Hmmm,, baru kemarin kita menjalani puasa dibulan ramadhan, eh tau-taunya besok(atau pagi ini) dah masuk ke satu syawal. Sedih banget deh,, habis ini kembali kekehidupan normal,, ga ada nikmat bangun pagi2 buta buat sahur,, kumpul rame2 ma teman dan keluarga saat berbuka,, tarawehan rame2, berlomba2 melakukan ibadah lainnya krn dilipatgandakan nilai pahalanya, nahan diri dari segala bentuk nafsu, dan merasakan lapar dan haus saudara-saudrakita yg kekuarangan.  Its a precious experiences that we can gets only in ramadhan.

Cuma,,, sayangnya tradisi berbuka kita terkadang masih jauh dr tujuan berpuasa sebenarnya. Kita berpuasa slain bertujuan bukti kepatuhan dan ketaqwaan kita ma Allah, juga bertujuan utk melatih diri mengekang hawa nafsu. Sayangnya, kita hanya mengekang hawa nafsu kita disaat tengah berpuasa, dari subuh ampe magrib,, saat berbuka, kita malah melepaskan hawa nafsu yg udah mengekang kita sedari pagi tadi.

Seperti, membeli makanan sebanyak-banyaknya yang menurut kita enak dan lezat atau yg kita ga bisa nikmati saat kita berpuasa di siang harinya. Tak jarang, makanan yang kita rasa BISA KITA MAKAN, malah mubazzir terbuang karena duluan kekenyangan saat menyantap 1-2 jenis makanan dari skian banyak kita beli.

Ini Mia sadari saat tengah meliput kegiatan ramadhan disuatu daerah. Dimana ibu-ibu mengaku, pengeluaran biaya makanan buat keluarga, diakui lebih boros saat ramadhan tiba dibandingkan dg hari2 biasa. Karena dihari biasa, mereka tak selalu beli tajil atau makanan manis-manis dan makanan besar yang cenderung 'mewah' sbg bentuk 'balas dendam' saat menahan nafsu disiang ahrinya.

Mia akui,, kebiasaan menyediakan tajil dan memasak atau membeli lebih dari dua atau tiga jenis lauk pauk, sering dilakukan oleh keluarga Mia sedari dulu. Sehingga kebiasaan ini menjadi membudaya dan dianggap lumrah atau biasa. Sampai saat tugas meliput hal ini, membuka mata Mia, ada yg salah dg tata cara Mia berpuasa selama ini.

Adakah makna dan manfaat puasa yang sebenarnya bisa diterapkan dalam kehidupan kita?

Puasa diperintahkan untuk menahan nafsu tidak hanya disaat kita berpuasa aja, tetapi juga 24 jam kehidupan kita include di malam hari setelah berbuka. Pandanglah kehidupan Rasullullah, orang paling mulia di sepanjang masa, hanya berbuka dengan kurma dan air putih dengan lauk yg seadanya. Kenapa kita sbg manusia biasa yg tidak semulia beliau melakukan foya-foya makanan di saat berbuka tiba?

Jadi, menahan hawa nafsu makan dan minum, sebenarnya bukan lah saat disiang hari,, akan tetapi godaan itu justru dimulai di saaat kita akan berbuka. Disana diperlihatkanlah kepada kita, hasil dari pengendalian diri kita sedari pagi sampai malam tiba, apakah bisa diterapkan saat waktu berbuka tiba atau malah 'gugur' di saat berbuka?

Selain hawa nfsu menahan makan dan minum, tentu saja pengendalian emosi (untuk satu ini, daku juga PERLU berlatih lbh banyak lagi^^ hehehehehehe). Ada kejadian yang cukup membuat Mia berpikir, disaat ada teman Mia terlihat sedang menahan sesuatu. Kirain lagi menahan rasa bokernya karena toilet kostan lagi penuh, karena penasaran, Mia tanya deh tu anak.

Mia : napa lu? kayak nahan boker gitu?
Dia  : Enak aja,, wa lagi emosi tau,, si Anu bikin wa kesel,, hufff untung wa lagi puasa... liat aja, ntar habis buka,, wa amukin deh tuh orang

Hayooo,,, siapa yg merasa familiar dengan kalimat itu^^

Mia juga terkadang suka ngomong gitu. Di saat siang hari, krn puasa, kita menahan rasa esmoni, tetapi sehabis buka,, pecahlah perang dunia ketiga^.^'

Apakah hasil puasa kita hanya bisa kita nikmati HANYA disaat setelah imsak dan sesudah berbuka saja?

Tentu saja,,, jika kita gali lagi maksud dan tujuan Allah menyuruh kita berpuasa, bukan hanya menahan segala jenis hawa nafsu hanya di saat tengah berpuasa aja, akan tetapi jg dalam jam-jam, hari kehari, bulan ke bulan dan tahun ke tahun berikutnya, kita bisa melatih diri menjadi pribadi yg lebih baik dengan puasa di saat ramadhan ini (dan juga puasa2 sunnah lainnya).

Semoga, Allah memberikan kita kesadaran dan kemampuan untuk melatih diri, ga hanya di saat tengah berpuasa aja, tetapi juga di saat lagi ga berpuasa. Karena kita udah menjalani masa training satu bulan penuh skali setaunnya,, dan smoga training kita ini ga hanya berguna saat ramadhan aja. Akan tetapi di sepanjang masa waktu kita. Amieeeeen,, semoga kita smua bisa menjadi pribadi lebih baik utk kedepannya^^

Terakhir,,, penulis memohon segala kekhilafan dan kesalahan selama ini yang tidak berkenan,

minal aidzin walfaidzin,,, smoga di hari nan fitri ini, kita bisa memulainya dari awal spt kertas putih. dan smoga kertas putih ini akan dipenuhi dg guratan warna yg indah sesuai jalanNya. Amieeeen,,,  

*ada yg familiar dg kalimat tu? hahahahaha,,,*

Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin

The Advantages of Gold Invest


Nowadays, so many people want to invest their money for get the better economics and for guarantee their economic life for the future. To get that hopes, they racing to invest they money to various investment. Such as, insurance, trade blotter, forex, property, stock market and so many more.

But now, people more interesting to invest their money in a gold form. Because price of gold was high and stable value and gold price don’t get big impact if the monetary crisis is happen.  Even in fact, gold prices always increasing from time the time. So investor feel save and do not need think twice to invest their money in a gold spot compared the other way. But because of lack information, people don’t know how and where they will change their money to be a gold.

Goldcoinsgain.com is the answer of your problem. They are the best partner for you and your money investment. Because they given you many advantages. First, with gold give you more safer and expectable investment. Second, they help you to manage your spot gold asset and protect it. Third, they have certified gold that guaranteed and authorized by a third party grading service. 

There are also having some information all about gold that maybe you needed. And they will guide you with professional guidance how to invest your money become a gold investing and help you to find what kind of gold coins that suite for you. At there, you can buy certified gold coins , gold, and other precious metals.


Kamis, 12 Agustus 2010

Si Anak Baru

Whoaaaaaaaaaaa........... dah memasuki bulan suci ramadhan neh. Walau telat (daripada ga sama sekali) daku mohon maaf lahir batin ya teman2. Dan selamat menjalani puasa bagi umat muslim.

Ok deh,,, postingan kali ini, pingin curhat dikit aja. Satu minggu ini, ada new guy alias anak baru di kantor Mia. Buat sementara ini dia di tmpkan satu team dengan team Mia. Beruntunglah tu anak baru, karena kami ga doyan ngospek orang baru, cuman doyan namparin pake tiang listrik aja hahahahaha...

Sebenarnya, team Mia ini udah di isi dengan orang-orang yang punya keunikan masing-masing(mau bilang aneh, ga tega juga :P) . Termasuk gua (mending jujur daripada ketauan).

Yang rada senior di team Mia, namanya Rivan. Orangnya asik sih, cuman rada autis. Kalo dah nemu objek buat dipoto (maklum, dia bgn photographernya) dia bisa lupa keadaan sekelilingnya. Malah dah berkali-kali ampir ketabrak dianya kalo dia dah nemu objek buat di foto. Muali dari mobil, motor ampe becakpun dah pernah hampir berkenalan ma dia. Udah kayak pasukan berani berani mati alias kyk bebek yang main dipinggir jalan, ga pake tengok kiri kanan pas nyebrang langsung selonong wae...

Trus Vanny (yang paling sering pergi bertugas bareng Mia) anaknya rada lola dan suka nanyain yang ga penting banget. Saking ga pentingnya, kadang Mia ngerasa ga perlu ngejawabnya karena cuman ngebuang-buang energi dan suara aja (mangnya sejak kapan suara bisa dibuang?).

nah, kalo Mia punya penyakit suka nyasar di jalan karena sistem pemetaan di otak udah rusak parah. Mau di servis, tapi onderdilnya dah ga diproduksi lagi.  Jadilah kita bertiga kayak pasien yang kabur dari RSJ padahal belom sembuh.

Sekarang, ditambah ada anak baru yang baru gabung, namanya Dede, yang mana Mia udah berharap besar banget kalo dia adalah orang paling waras diantara kami bertiga. Setidaknya harus ada orang waras yang bisa di reliable di team ini.

Harapan tinggal harapan. Kalo kami bertiga adalah pasien RSJ yang kabur, Dede adalah penghuni ragunan kandang 13. Anaknya pecicilan, ga bisa diem seolah-olah ada bisul di pantatnya jadi ga bisa duduk diem dalam semenit, dan bermuka badak yang dibedakin ma aspal. Intinya, urat malunya dah ga ada lagi. Ga tau dah dijual kemana atau digadaiin di tmp penggadaian.

Kayak kemaren... Kami mendapat tugas dari siang ampe malam sepanjang minggu pertama ramadhan ini. Jadi, agar tugas kita cepat selesai, kita bagi-bagi tugas, dan nanti jam 5 kita akan berkumpul di satu tempat untuk buka bareng.

Dan si Dede ini ikut Mia, sedangkan Vanny bareng ma Rivan. Lalu kamipun berpencar melakukan tugas masing-masing. Dan untunglah,,, si Dede ngomong, kalo dia tau daerah tempat kita bertugas. Jadi ga usah mengalami "jejak petualangan" lagi karena yang satu ga tau jalan (Dede) yang satu lagi GPS otaknya rusak (gue) . Akan tetapi, saat di perjalanan, Mia baru tau, untuk ukuran orang yang punya PD tinggi dan urat malunya yang udah digadaikan, si Dede ternyata punya sifat plin-plan yang parah.

Saat kami nyampe di sebuah persimpangan, Miapun bertanya ma dia

Mia    : Kita belok kanan pa kiri pa lurus De?
Dede  : Kanan... (mantep)
Mia    : Ooo

Saat 15 meter menjelang kita ngambil belokan kekanan...

Dede: Ehm.... kayaknya kiri deh
Mia   : nah loh...
Dede : Iya kiri!!! Eh, tunggu dulu... tapi rasanya kanan deh... Kanan ya? iya kanan!!! (yeee nanya sendiri jawab sendiri)
Mia   : Ya udah, kita nepi bentar De, tanya ma orang warung (nunjuk warung yg kira2 10 meter dari arah kita)
Dede : Ga usah... gua yakin kanan kok...
Mia  : Yakin ni??? ntar kita nyasar neh < ---- ga rela prediket tukang nyasarnya digantiin ma orang lain *Halaahhh*
Dede : Iya,,, YAKIN. Belok kanan.
Mia   : (belom percaya) bener??
Dede : YAQIN SEYAQIN-YAQINNYA *Pede tingkat langit ke 9*
Mia  : Ya udah...
Dede : (terdiam) eh, kemaren rasanya beloknya ke kiri deh..
Mia   : *mulai kesel* Katanya yakin... Mana yang benernya nih... Kiri pa kanan seh???
Dede: (mikir sejenak) LURUS!!!
Mia  : GUBRAK

Trus, akhirnya kita smua berkumpul lagi jam 5 kurang. Anak-anak sepakat mau makan di Pizza Hut yang gedungnya tetangaan dengan gedung MCD. Tapi keadaan agak sepi di gedung Pizza, sedangkan di gedung MCD, lumayan dipenuhi oleh orang-orang yang menunggu waktu berbuka (walo ada  yang udah makan2). Jadinya kita rada ragu, apa pizzanya tutup atau gimana... sepi aja keliatannya (mana kacanya hitam lagi, jadi ga bisa liat dalemnya dr luar.

Rivan : Gimana nih, di MCD aja jadinya?
Vanny : Tapi gua pengen makan pizza :(
Rivan  : Gimana nih Mi?
Mia     : Mia sih terserah,,, no problemo (namanya jg laper,,, jgnkan pizza atau MCD. Kambing pun bisa Mia telan bulat-bulat saking lapernya)
Dede  : Gua ada ide *dengan wajah sumringah*
Mia    : Paan?? (perasaan mulai ga enak, krn sepanjang hari ni anak bikin trouble mulu)

Dede pergi aja melangkah ke arah MCD. Yaa, kita bengong ditinggalin gitu aja. Walo akhirnya kita ngekor aja dari belakang. Kayak anak ayam ekorin emaknya yang sableng. Walau si Vanny melangkah dengan malas2an.

Pas masuk ke MCD, suasana ga gitu rame bgt. Mungkin karena hari pertama puasa, jadi masih ga gitu rame. Buktinya, ga ada yang ngantre jadinya kita langsung merapatkan barisan ke depan kasir.

Kasir MCD : selamat sore... mau makan disini atau di bawa pulang?

Karena Dede berada didepan kita, ya dia yang pertama kali mesan. Tapi ternyata dia bukannya mesan, malahan....

Dede : Ga mbak... saya mau tanya
Kasir MCD : Ya mas? *wajah masih pasang senyuman semanis madu*
Dede : PIZZA DI SEBELAH BUKA APA TUTUP YA??? KOK KAYAKNYA SEPI AJA???

Gue, Rivan, Vanny : *bengong* *langsung siul2 bego seolah-olah kita ga kenal ma si dede*

Senyuman manis di mbak kasir langsung hilang, diganti dengan bacokan parang.

wew... malu2in aja tu anak =.='