Selasa, 24 Maret 2009

Ikan Lele Mutan

Hiiiiiiiiiiii.......... setelah baca berita online di coolradiostasion, selera Mia terhadap lele jadi ilang. Selama ini kan kita (baca; anak kostan) kadang-kadang suka makan pecel lele tuh. Selain enak, harganya juga murah. Cuma 4000 bo... loh kok jadi promosi sih?

Anyway, ternyata para lele di China dan India udah bosan jadi santapan manusia mulu. Gantian mereka menjadikan kita sebagai menu utamanya. Biar impas kali pikirnya (dasar lele tak tahu diri). Tapi, lele yang tak tahu diri ini bukan sembarangan lele. Bukan sulap bukan sihir. Lele ini segede ikan hiu... Tidak! Malah mungkin mendekati segede anak ikan paus (emangnya anak paus segede apa ya?) Ah, lihat aja fotonya, biar kalian nilai sendiri, ni lele segede anak paus apa hiu?

ni lele di India, Nepal


yang ini lele di China. gilaaa lebih guede :galit:


See... bikin eneg aja tuh lele.

1. Tragedi Lele Mutan di Sungai Great Kali India, Nepal

Great Kali Gandaki River adalah sebuah sungai yang berada di perbatasan antara India dan Nepal. Alirannya bersumber dari sumber air di Pegunungan Himalaya di ketinggian 3600 mdpl. Sudah sejak dahulu kala, sungai ini menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitarnya. Mereka mandi, minum (waktu belom ada ledeng), kalo nyuci and boker mungkin engga kali ya. Soalnya tau aja, orang India menganggap sungai ini suci. Makanya dikasih nama Khali, salah satu nama dewi di India. Ini kesimpulan mia aja loh :please:. Soalnya sungainya ga gitu kotor kayak kali ciliwung. Sungai Khali ini terkenal dengan keindahan alamnya. Tetapi, ketenangan penduduk desa terganggu dengan adanya rumor hidupnya seekor monster Kappa eh salah. Itukan monster/dewa air di Jepang. Pokoknya berhembus rumor kalo di sungai itu ada yang mendiaminya. Yaitu *jreng...jreng...jreng...* seekor monster pemakan manusia!!!

Kejadian pertama yang mengawali teror ganas dari mahluk penghuni sungai itu terjadi pada bulan April tahun 1988. Seorang pemuda Nepal ketika baru saja masuk ke dalam sungai, langsung ditarik oleh “sesuatu” dan lenyap begitu saja. Tiga bulan berselang, seorang anak laki-laki yang sedang mandi di Sungai Kali bersama ayahnya, tiba-tiba di serang dan di seret kedalam air. Si ayah hanya bisa berteriak dan tak dapat melakukan apa-apa. Setelah itu, kejadian seperti ini terjadi berulang kali hingga menghantui para penduduk yang tinggal di sekitar aliran Sungai Kali. Bahkan beberapa tahun belakangan ini, laporan tentang hilangnya penduduk yang mandi di Sungai Khali semakin meningkat. Penduduk bingung dan mulai berargumentasi tentang jenis mahluk yang tinggal di situ. Eksistensi para buaya pun sempat terfitnah gara-gara kelakuan monster tidak bertanggungjawab itu. Karena beberapa penduduk percaya ada sekumpulan buaya yang hidup di sungai itu yang menjadi biang keladi memakan orang-orang tersebut. Namun setelah diselidiki, ternyata tidak ada komunitas buaya yang hidup di daerah itu. Dan nama para buaya pun berhasil dibersihkan dari tuduhan yang tidak berperikebuayaan itu. Tetapi, teror terus berlanjut. Terakhir, pada tahun 2007, seorang pemuda Nepal berumur 18 tahun yang sedang berenang di sungai itu ditarik oleh monster misterius dan lenyap begitu saja dari permukaan air. Menurut saksi mata yang menyaksikan kejadian itu, bentuk monster itu seperti babi berukuran sangat besar.

Akhirnya, rasa penasaran penduduk terjawab juga ketika seorang ahli biologist dari Inggris bernama Jeremy Wade melakukan penelitian di Sungai Kali dan menemukan jawaban yang mengejutkan. Wade menemukan kenyataan bahwa monster pemakan manusia itu ternyata adalah sejenis ikan lele raksasa atau Giant Cat Fish (kenapa harus ada nama kucingnya coba? :ha?:) yang telah mengalami perubahan DNA karena sering memakan mayat yang dihanyutkan ke sungai setelah terlebih dahulu dibakar dalam acara ritual pemakaman tradisional masyarakat setempat yang dikenal dengan nama Ritual Bagmati.

Ikan ini diperkirakan oleh Wade, udah puluhan tahun menyantap daging mayat yang dihanyutkan di sungai. Hal ini membuat genetik ikan ini berubah jauh menjadi besaaar dibandingkan dengan ikan lele yang tidak menyantap daging manusia. Ikan ini menjadi ketagihan daging manusia dan menjadikan daging manusia menjadi menu utama mereka (pake acara candlelight dinner ga ya mereka?). Nah, jika ritual pemakaman ini dah lama ga diadain, si ikan rindu ma makanan utamanya sehingga ia akan menjadi ganas dan menyerang manusia yang berenang di sungai itu karena kelaparan. (untung aye ga doyan berenang, aye kan kucing)

Dalam penelitiannya, Jeremy Wade juga berhasil menangkap seekor ikan lele pemangsa daging manusia dengan ukuran 1,8 meter dan berat berkisar 73 kilogram. Menurut Wade jika ikan dengan ukuran sebesar itu ketika menyerang manusia di dalam air, maka kecil sekali kemungkinan korbannya untuk bisa menyelamatkan diri. Wade lalu menamakan ikan lele raksasa itu dengan nama Goonch Fish. Perjalanan penelitian Jeremy Wade saat menyelidiki ikan lele pemakan manusia di Sungai Kali Dakali telah di dokumentasikan dan akan ditayangkan perdana pada tanggal 21 Oktober nanti di salah satu stasiun televisi Inggris (Channel 5) dengan judul “ Monster Air Pemakan Daging Manusia”.

2. Tragedi Lele Mutan di Sungai Furong China

Baru-baru ini di Waduk Huadu’s Furong-China, terjadi kegemparan. Selama ini, dalam setahun selalu saja terjadi beberapa kasus orang tenggelam dan hilang secara misterius di waduk itu. Namun akhirnya misteri itu terjawab sudah. Penduduk setempat berhasil menangkap seekor ikan lele raksasa yang ukuran panjang badannya mencapai 3 meter dan lebar kepala berkisar 1 meter. Gilanya lagi, ketika masyarakat membelah perut ikan itu, mereka menemukan.... “sisa-sisa” seorang lelaki di dalam tubuh ikan itu. meooooong.... mengerikan:hilo:

Namun karena pemerintah lokal khawatir insiden ini akan berdampak pada kepariwisataan daerah itu, mereka berusaha keras agar peristiwa itu tidak terpublikasi secara luas. Tapi beberapa turis sempat datang dan mengabadikan gambar ikan lele pemangsa manusia dengan ponsel mereka. Beberapa kalangan beranggapan ikan ini adalah ikan jenis Walking Catfish atau clarius batrachus atau ikan lele berjalan (berjalan???). Namun belum ada yang dapat menjelaskan bagaimana mungkin ikan lele yang berukuran centimeter bisa menjadi begitu besar. Saat ini masyarakat lokal maupun turis asing tidak diperbolehkan berenang di Waduk Huadu’s Furong. Orang banyak memperkirakan masih ada ikan sejenis yang hidup di waduk itu, siap memangsa orang yang berenang di situ.

Wuaduh... semoga ikan lele di Indonesia tetap berukuran sebagaimana mestinya lele normal lainnya. Dan mereka tetap berada dalam jalur takdir yang udah digariskan Tuhan ma mereka, yaitu jadi konsumsi manusia dan bagi kucing tentunya sengihnampakgigisengihnampakgigisengihnampakgigi. Tapi gue udah eneg sekarang ma lele, gara-gara liat gerakan emansipasi lele di China dan di India itu yaitu gerakan penuntutan hak lele agar sama ma manusia, saling memakan dan di makan... ya oloh... makin lama makin ga beres aja dunia ini. (atau yang nulis ini yang ga beres)

Oh ya, ada lagi neh berita ga kalah anehnya. Masih seputar dunia per-lele-an sih, tapi ini bukan karena perubahan DNA genetis mereka. Telah ditemukannya species ikan baru oleh seorang ilmuwan yang melakukan ekspedisi ilmiah di dalam hutan tropis Guyana, Amerika Tengah. Para ilmuwan ini berhasil mengungkap beberapa ekor makhluk-makhluk eksotis yang baru diketahui keberadaannya yang selama ini tidak diketahui oleh dunia. Di antaranya adalah ikan lele vampir yang hidup sebagai parasit. Ini gambarnya


eksotis apaan, mengerikan gitu

Huhuhuhu... mulai saat ini ga makan lele dulu deh :sweaty:

5 komentar:

  1. Wedew apaan tu mi? tp keren dong kl ada lele segede gitu kan praktis para tukang pecel lele g perlu beli lele banyak2 cukup 1 aja trz d potong2 deh.

    Tp tenang aja mi, lele2 d kita aman soalnya makanannya kan tinja manusia *katanya lele yg gede2 & sehat2 makanannya tinja manusia, yg d atas kolam lele itu d bikin wc dadakan, wkwkwkwkwkwk jijaaaaaaaaaaaaay*

    Masih minat makan lele?

    BalasHapus
  2. cuma diperkampungan yang gedein lele pake tinja. Mia ada temen yaang punya peternakan lele ini en sempet bantu-bantu juga disana selama liburan, I saw how they raise them. Ga ada pake tinja2an segala.

    Makanya nie, ke kota dunk, ni tinggal di Bandung coret aja alias di pinggiran bandung. Makanya masih pake cara tradisional ya wakakakakak

    BalasHapus
  3. jiahhh, gede banget, jangan2 dagingnya rasa telur dadar ...

    BalasHapus
  4. aq juga penyanyang kucing,.
    tapi g suka catfish...
    salam kenal ya,.
    atu krim email ja ke
    puzy.sweety@gmail.com

    BalasHapus

Mohon berbahasa yang sopan (boleh melawak asal sopan)dan tidak melenceng dari postingan atau memuat iklan. Komentar yang dianggap ga pantas akan di hapus oleh admin Tora^^

Thanks