Kamis, 04 November 2010

Sudahkah Kita Hidup Sederhana?

Ingatkah kalian, wahai ummat islam,,, wahai ummat terpilih.

Kehidupan Rasullullah, kehidupan Kekasih Allah, manusia yang paling mulia, manusia terpilih, pemimpin dari ummat Islam yang begitu sederhana. Dengan status yang sedemikin tinggi dan terhormat, sesungguhnya apa yang diinginkan Rasulullah, tentu tak sulit untuk dikabulkan, baik oleh Allah SWT maupun umatnya yang begitu mencintainya. Akan tetapi, ingatkah kalian, wahai ummat islam. Rasullullah menolak kilauan materi tersebut. ”Tidak, ya Tuhanku, lebih baik aku lapar sehari, dan kenyang sehari. Bila kenyang, aku bersyukur memuji dan memuja-Mu, dan jika lapar aku akan meratap berdoa kepada-Mu.

Ingatkah kalian, wahai ummat islam. Kemenangan demi kemenangan yang didapat kaum muslimin ketika berjihad melawan musuh Allah yang hendak menghancurkan islam? Dari kemenangan-kemengan tersebut, terbayangkah berapa kekayaan harta materi musuh yang didapat dari peperangan tersebut? Akan tetapi, adakah Rasullullah menjadi sosok yang kaya karenanya? TIDAK!! Beliau tetap menjalankan kehidupan beliau yang sederhana. Saat berpuasa hanya sahur dan berbuka dengan beberapa biji kurma dan air zam-zam. Bahkan tak jarang beliau menahan rasa lapar hanya untuk bisa menjamu tamu beliau dengan makanan yang seadanya di rumah beliau.

Tahukah kalian, wahai ummat islam. Betapa para sahabat sangat mencintai beliau. Bahkan mereka rela mempertaruhkan nyawa mereka hanya demi kselamatan beliau. Dan para sahabat-sahabat mulia tersebut, berasal dari para saudagar yang kaya raya, keturunan bangsawan, dan pemimpin bagi kaumnya. Jika saja Rasul berkehendak atas harta mereka, mereka akan menyerahkannya dengan suka rela. Akan tetapi, Rasul tetap hidup dalam kesederhanaannya.Semua harta yang beliau dapatkan dari rampasan perang atau hadiah-hadiah mewah yang diberikan oleh para raja, beliau berikan kepada fakir miskin atau kepada kaum yang lapar. Sampai beliau meninggal,

Umar melihat Rasul sedang berbaring di atas sebuah tikar kasar, dan hanya berselimutkan kain sarung. Kemudian, terlihatlah guratan tikar yang membekas di tubuh Rasulullah SAW. Umar pun melayangkan pandang ke sekeliling kamar.

Dilihatnya segenggam gandum seberat kira-kira satu sha’, daun penyamak kulit, dan sehelai kulit binatang. Menyaksikan kesederhanaan Rasulullah SAW,  Umar pun tak kuasa menahan air matanya. ”Apa yang membuatmu menangis, ya putra Khattab?” ujar Rasulullah bertanya kepada Umar.
Umar pun menjawab, ”Bagaimana aku tak menangis, ya Rasul, di pinggangmu tampak bekas guratan tikar, dan di kamar ini aku tidak melihat apa-apa, selain yang telah aku lihat. Sementara raja Romawi dan Persia bergelimang buah-buahan dan harta, sedang engkau utusan Allah SWT.”

Rasulullah pun bersabda, ”Wahai putra Khattab, apakah kamu tidak rela, jika akhirat menjadi bagian kita dan dunia menjadi bagian mereka?” Rasulullah dan keluarganya menerapkan hidup sederhana. Sebagai pemimpin umat, Rasulullah mengajarkan umatnya untuk senantiasa mensyukuri setiap rezeki halal yang dianugerahkan Sang Pencipta.

Dan apakah kalian menyadari, wahai ummat islam. Fatimah, putri kesayangan Rasullullah. Seorang putri dari pemimpin ummat islam, putri dari kekasih Allah. Ketika Fatimah memasuki umur untuk menikah, berbondong-bondonglah para sahabat Rasul untuk melamar Fatimah menjadi menantu mereka. Para sahabat itu berasal dari kalangan kaya raya dan sahabat setia Rasullullah. Akan tetapi, Rasul menolak putra-putra dari sahabatnya tersebut dengan bijak dan lembut. Dan akhirnya Rasul memilih Ali, seorang pemuda miskin akan tetapi kaya akan akhlak, kuat imannya dan teguh akan agamanya.

Dan tahukah kalian, wahai ummat islam. Ali hanya mampu memberikan mahar beberapa pakaian bekas dan kulit domba untuk menikahi Fatimah, sang putri kesayangan dari Rasullullah. Perlengkapan pengantin wanitanya antara lain adalah tempat tidur dari dedaunan kurma, bantal kulit berisi jerami, bejana kulit kecil dan kantong air dari kulit. Untuk pernikahan itu, Ali ra. telah menjual seekor unta miliknya dan sebagian barang-barangnya. Tempat tidur mereka terbuat dari kulit domba. jika mereka akan tidur, mereka harus membalikkan bulunya terlebih dahulu. Sedangkan bantainya terbuat dari kulit yang diisi jerami.

Suatu hari Fatimah dan Ali datang menghadap Rasullullah, meminta seorang pelayan untuk  membantu Fatimah dalam mengurus urusan rumah tangganya. Sungguh, Rasul sangat mencintai Fatimah. Dia adalah anak yang paling dicintai Nabi SAW sehingga beliau bersabda :"Fatimah adalah darah dagingku, apa yang menyusahkannya juga menyusahkan aku dan apa yang mengganggunya juga menggangguku." [Ibnul Abdil Barr dalam "Al-Istii'aab"]

Akan tetapi, apakah karena kecintaan beliau yang teramat besar kepada Fatimah, sehingga beliau memanjakan putrinya itu dengan memenuhi permintaan yang terdengar sangat kecil? Yaitu hanya meminta seorang pembantu untuk ia mengurus rumah tangganya. Jika Rasullullah berkehendak, maka ia bisa saja mencarikan seorang pembantu untuk anak kesayangannya. Akan tetapi, karena kecintaan Rasul kepada Fatimah, ia tidak ingin merusak akhlak Fatimah menjadi wanita pemalas. Dan sesungguhnya, kesusahan seorang istri dalam mengurus rumah tangganya, akan mendapatkan ganjaran pahala yang sangat besar di sisi Allah.

Rasullullah SAW bersabda kepada Fatimah : "Ucapkanlah :"Wahai Allah, Tuhan pemilik bumi dan Arsy yang agung. Wahai, Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu yang menurunkan Taurat, Injil dan Furqan, yang membelah biji dan benih. Aku berlindung kepada- Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau kuasai nyawanya. Engkau- lah awal dan tiada sesuatu sebelum-Mu. Engkau-lah yang akhir dan tiada sesuatu di atas-Mu. Engkau-lah yang batin dan tiada sesuatu di bawah- Mu. Lunaskanlah utangku dan cukupkan aku dari kekurangan."

Lalu beliau melanjutkan, "Maukah kalian jika kuceritakan sesuatu yang lebih baik daripada yang kalian minta tadi? Fatimah dan Ali menjawab, ‘Ya, tentu saja.’ Beliau berkata, ‘Yaitu beberapa kalimat yang diajarkan Jibril kepadaku. Ketika kalian beristirahat di tempat tidur ucapkanlah Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 34 kali. "Dan nasehat itu telah menjadi amalan rutin keluarga Fatimah ra.

Dan lihatlah kita sekarang, wahai ummat muslim. Kita semua terbutakan oleh kilauan materi. Berlomba-lomba mencari dan mengumpulkan kekayaan dan menulikan telinga akan tangis anak-anak yatim, kemiskinan para orang-orang fakir, dan kelaparan para tetangga. Sampai kapankah kita akan terus mengumpulkan pundi demi pundi uang? Tumpukan harta demi harta? Sesungguhnya, harta di dunia jika kalian kumpulkan, maka tidak akan ada habisnya untuk dikumpulkan. 

Sadarkah kalian, wahai ummat islam. Bahwa menumpukkan kekayaan, merasa miskin dan sayang untuk berbagi nikmat yang diberikan oleh Tuhanmu, itu adalah sifat dari orang kapitalis. Hidup di dunia hanya untuk menguasai dan mencari keuntungan pribadi sebanyak mungkin. Tidakkah kalian melihat keadaan sekarang bahwa si kaya semakin kaya, dan si miskin semakin miskin.

Untuk apa kita berkeinginan untuk mempunyai rumah besar bertingkat-tingkat, jika banyak saudara-saudara kita yang tidur kedinginan di bawah kolong jembatan? Untuk apa kita berrmimpi  utk membeli mobil mewah dan perhiasan yang tak ternilai harganya, jika banyak saudara-saudara kita yang mengais makanan dari tong sampah? Untuk apa kita mengejar kedudukan dan jabatan yang tinggi, sedangkan tangisan anak yatim piatu dan kepapa-an orang miskin tidak terdengar oleh kita?

Jika ummat islam menyadari dan tahu diri, bagaimana kehidupan Rasullullah yang sederhana, patutlah kalian bermalu hati. bagaimana kalian bisa menikmati semua kekayaan di dunia sedangkan Rasullullah selalu berbagi harta kekayaannya bagi yang membutuhkan? Bagaimana kalian memakan makanan secara berlebihan dan membuat perut kalian buncit kekenyangan, sedangkan rasullullah selalu membagikan makanan yang ia punya kepada orang yang lapar daripada mengenyangkan perutnya sendiri?

Nabi SAW mengumpamakan kehidupan dunia bagaikan berjalan di hari panas, lalu berhenti sejenak sekadar beristirahat, dan tidak lama lagi tempat itu akan ditinggalkan. Jadi, dengan kata lain, Islam adalah agama yang berlandaskan nilai kesederhanaan yang tinggi, seperti dicontohkan Rasulullah dan keluarganya.

Allah SWT dalam surat al-Israa ayat 26-27 berfirman, ”Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros, sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.

Islam tidak melarang kita untuk kaya, bahkan mendorong kita untuk menjadi pribadi yang kaya akan tetapi, hendaklah kekayaan kita itu dapat bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri atau keluarga kita saja, akan tetapi bisa bermanfaat bagi orang-orang disekeliling kita tanpa mengenal apa rasnya, bangsanya dan agamanya. Itulah yang dimaksudkan Islam adalah agama rahmat bagi seluruh alam, hendaknya kita bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama kita, tidak hanya memboroskan harta kita untuk kepentingan diri pribadi kita sendiri dan keluarga saja. Untuk menghindari hidup boros itu, sikap yang sederhanalah kuncinya. 

Semoga kita, ummat islam (khususnya penulis) bisa mempraktekkan kehidupan yang sederhana sebagaimana di contohkan oleh rasullullah. Dengan mensyukuri nikmat yang diberikan Allah, dan memperlapang hati untuk dapat saling berbagi bagi orang yang membutuhkan.

27 komentar:

  1. Pantas rubriknya Agama, Miaw.. Saya seolah terseret pada khotbah yang biasa saya dengarkan tiap jumat siang. membaca artikel ini saya jadi semakin bersikukuh untuk tidak ngoyo pada kekayaan harta, hmm itu bukan barometer kebahagiaan. seyakin saya menilai kalau si kucingtengil ternyata memiliki kepribadian yang relijius. heu heu. salam kucing. mimiaw... miaw mimiaw... graoww... kecapruk

    BalasHapus
  2. britneydrivemecrazy4 November 2010 20.21

    Subhanallah...cukuplah Rasulullah seorang yang menjadi suri teladan kita semua

    BalasHapus
  3. weww...kesodok..eh tertohok gan

    BalasHapus
  4. Keren postnya n mendidik.... btw, dah semangat lg nih ngeblognya?

    BalasHapus
  5. Reza Fans-nya Rasulullah SAW5 November 2010 00.12

    Alhamdulillah.. Dek Mia mencoba mengingatkan kita semua, khususnya saya, fansnya Rasulullah SAW.. ditunggu lagi postingannya Mia.. b^^d

    BalasHapus
  6. Mngnai Fatimah, bhkan Rasulullah SAW prnah brsabda bhwa seandainya anakny ketauan mncuri pun, tetap hukum qishash brlaku kpdny. Tk trkecuali (tnda bhwa nabi mnyamaratakan sluruh umatny tnpa trkcuali).

    "menumpukkan kekayaan, merasa miskin dan sayang untuk berbagi nikmat yang diberikan oleh Tuhanmu, itu adalah sifat dari orang kapitalis."

    Hematku, rakyat muslim kni bkan hnya trprangkap dlm kungkungan kapitalis n materialis sj, tp yg lbh prah, yaitu cr brpikir. Worldview tw paradigma. Pmhmn bhwa agama adlh sbuah entitas yg smata2 hrs dipahami scr rasional, skap tegas bhwa al-Qur'an sbgai kalamullah dpndang org katrok..tw alasan yg sring dpake yaitu desakralisasi teks n brbgai mcm hal lain (jg yg lo dskusiin dl d Kaskus), mslh emansipasi wanita tw yg lain (seandainy mrk bc buku2 turats ulama trdhulu, pst mnggut2) n msh byk lg...mrpkn cr pndang sbgaian umat Islam yg sdh trimbas pham sekulerisasi n liberalisme.

    Lntas, cb, jk umat Islam sdg brda dlm krisis moral, bgitu jg paradigma salah yg akut mnjalar..akn dbwa kmna, umat Islam, trutama Indonesia in?

    BalasHapus
  7. Pagi2 mampir udh dpt pencerahan disini...

    hidup sederhana, selalu mensyukuri nikmat yg diberikan oleh-Nya akan membuat hidup kita jd damai, dan tenang serta bahagia.

    BalasHapus
  8. amiin..
    segala hal membutuhkan harta, namun harta bukanlah segala-galanya..
    dan semoga bencana akan mengembalikan kesadaran manusia dan penguasa untuk kembali ke jalan-Nya :)

    BalasHapus
  9. hematnya ane apa ya? udah hemat air: jarang mandi,terus hemat listrik dan hemat pulsa; enggak main Games OL lagi, kalau diitung mending buat beliin krupuk, bisa buat lauk anak se terminal he he

    BalasHapus
  10. kesederhanaan itu yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dalam kesehariannya, sayangnya umatnya banyak yang melupakan.
    postingan ini sangat mencerahkan

    BalasHapus
  11. dg kata lain jgn konsumtif ya. hehehe

    BalasHapus
  12. Mantap banget ya postnya dan bisa diambil pelajaran karena dengan hidup sederhana akan membuat kita jauh dari sifat sombong...

    BalasHapus
  13. Kadangkala kita tidak sadar bahwa hidup kita sudah berkecukupan, yang dirasakan hanyalah kurang..kkurang.. dan terus kurang, hingga kita sibuk menumpuk harta untuk memperkaya diri sendiri.. Namun ingatkah, berapapun banyak harta yg kita punya, tak khan mampu menyelamatkan kita dari api neraka.. Hanya ibadah dan amal sholehlah yg dapat menjadi juru selamat kita..
    Artikel yang sangat bijak Mia.. 2 jempol dah buat Mia.. :)

    BalasHapus
  14. semua umat islam pastilah ingin seperti rasulullah saw, menjadi kekasih allah sekaligus menjadi sahabat sesama manusia. tetapi untuk membuat seperti itu tentu nggak segampang membalikkan telapak tangan. banyak sekali cobaan yang menghadang. dan rasulullah saw telah melewati semua cobaan yang maha berat tersebut dengan baik.
    dan dengan pribadi yang sederhana ini, rasulullah telah menjadikannya sebagai teladan untuk ditiru oleh kita semua, apalgi di jaman sekarang, di mana harta oleh kebanyakan orang sudah dijadikan sebagai tuhan.
    terima kasih miaw, tulisan ini sangat mencerahkan.

    BalasHapus
  15. gw boros bener sepertinya pas habis baca postingan ini. anyway thanks buat advicenya buat gw yak kawand, cintaku, negeriku

    BalasHapus
  16. Membicarakan sampai di mana batas hidup sederhana, ada satu hal yang relatif: apa yang menurut saya cukup belum tentu cukup bagi orang lain, demikian sebaliknya. Maka yang penting adalah kejujuran kita di hadapan Tuhan yang sanggup untuk memberikan kepekaan kepada kita akan batas-batas tersebut.

    BalasHapus
  17. kutipan hidup sederhana yang patut diambil contoh ,,, kemasan artikel bermanfaat ,, trims yooo :)

    BalasHapus
  18. moga2 kita termasuk orang2 yang bersyukur kepada allah swt walaupun hanya di kasih kesederhanaan xixixi

    mia sory baru bisa mampir ^^

    BalasHapus
  19. adem bacanya... mengingatkan lagi untuk lebih bersyukur dgn yg didapat :)

    BalasHapus
  20. Lama ngga mampir kesini dan tercengang banget baca tulisan Mia yang ini. Bagus banget, beda banget dengan tulisan2 Mia sebelumnya. Good job :)

    Paling nohok kalimat "apakah kamu tidak rela, jika akhirat menjadi bagian kita dan dunia menjadi bagian mereka?", mengingatkan saya betapa saya lebih mendahulukan kepentingan dunia dibanding kepentingan akhirat. Astagfirullah....

    BalasHapus
  21. smoga penulis mendapatkan barokahnya dengan menyampaikan kisah kisah kehidupan rosululloh SAW yang patut kita teladani

    BalasHapus
  22. Saya rasa saya sudah hidup sederhana. Mau gimana lagi orang ga ada yang mau dibuat foya-foya he he
    Seperti apa mobil yang ideal bagi keluarga kita?

    BalasHapus
  23. miawwwww..
    kunjungan di hari minggu
    ^^

    BalasHapus
  24. pencerahan yang amat bermanfaat ^^, semoga bisa mempraktekkan di kehidupan ini

    BalasHapus

Mohon berbahasa yang sopan (boleh melawak asal sopan)dan tidak melenceng dari postingan atau memuat iklan. Komentar yang dianggap ga pantas akan di hapus oleh admin Tora^^

Thanks