Minggu, 20 November 2011

Wanita dan Kesendiriannya

            "Setiap manusia mempunyai pasangan."

Begitulah yang dijanjikan oleh Tuhan. Akan tetapi, kenapa ada orang yang tidak mempunyai pasangan atau tidak pernah menikah? Atau kenapa ada perceraian dan tak jarang orang yang setelah bercerai masih tetap sendirian? atau ketika pasangannya pergi darinya atau meninggal, setelah itu ia tetap sendirian.

Terkadang, kesendirian itu adalah pilihan orang itu. Dan juga atas seizin Tuhan. Jika tuhan tidak mengizinkan, walau sekeras apapun tekad seseorang untuk memilih sendiri, tentu tidak akan bisa melawan kehendak Tuhan. 

Tetapi, Tuhan tidak akan merubah  suatu kaum jika bukan kaum itu yang merubahnya

Disini terlihat, bahwa manusia itu mempunyai hak dan kekuasaan untuk memilih takdirnya. Apakah ia akan memilih, mempertahankan, atau meninggalkan pasangannya. Atau ia memilih untuk hidup tanpa pasangannya. Kita bebas memilih jalan apa yang kita pilih, atas seizinNya. Tapi setiap pilihan, tentu mempunyai konsekwensi dan tanggungjawabnya.

Wanita dan Kesendiriannya

Jika  pria memilih untuk tetap sendiri, mungkin tidak akan seaneh wanita yang memilih untuk sendiri. Karena streotipe wanita itu lebih lemah daripada pria, sehingga ia memerlukan seseorang untuk menjaganya. dahulu, saya berpikir, kenapa ada wanita yang tetap memilih hidup dalam kesendiriannya. Apakah mereka tidak mempunyai jodoh? Atau itu adalah keputusannya sendiri?

Jawabannya bisa jadi kedua-duanya. Bisa jadi Allah tidak memberikan ia jodoh didunia ini tapi jodohnya berada di akhirat nanti, makanya hatinya tidak pernah terbuka untuk siapapun. Atau bisa jadi itu karena keputusannya sendiri yang biasanya disebabkan oleh trauma.

Disadari atau tidak. Ada kekuatan tersendiri didalam kesendirian yang dipilih oleh wanita. Walau rasa sepi pasti tidak akan terbantahkan, akan tetapi mereka setidaknya tidak mengalami luka yang diakibatkan oleh pasangannya. Toh, tanpa ada pasangan, mereka tetap bisa melanjutkan hidup mereka. Bahkan lebih aman tanpa ada resiko untuk disakiti lagi oleh pasangannya. 

Banyak wanita single, yang memutuskan tidak menikah, bisa melanjutkan hidupnya tanpa ada pasangan. Bahkan banyak diantaranya mereka wanita yang sukses dan memiliki kelebihan lainnya. Walau hidup dalam kesepian, tapi itu lebih baik daripada disakiti dan disia-siakan oleh orang yang dicintai. Ataupun wanita yang sendiri setelah ditinggal mati oleh pasangannya ataupun mungkin ditinggal pergi begitu saja. Setelah itu, dia memilih sendiri mungkin dikarenakan ia tidak bisa lagi mencintai orang lain setelah pasangan terakhirnya. Begitu juga dengan single mother. Mereka lebih bisa fokus dengan hidupnya sendiri dan anaknya. Tidak ada lagi air mata karena disakiti oleh suaminya. Karena sekuat-kuatnya wanita, mereka mempunyai kelemahan. Yaitu hatinya.

Setiap manusia mempunyai pilihan yang berbeda. Ada yang lebih memilih terluka daripada sendirian. Tetapi ada juga yang memilih jalan sendiri daripada terluka. Karena kebutuhan setiap manusia itu berbeda.

Saya mempunyai seorang teman. Yang walaupun ia berkali-kali disakiti, dikecewakan atau ditinggalkan oleh pasangannya, ia tetap tidak jera untuk terus mencari cinta yang baru. Bahkan, tak jarang tetap memilih bertahan dengan orang yang telah menyakitinya tersebut. Alasannya, ia tidak ingin sendirian.

Makanya tidak jarang, wanita yang sudah disakiti oleh orang yang dicintainya seperti kekasih atau suami, dia tetap bertahan didalam hubungan itu. Selama ia tidak ditinggalkan, ia akan bertahan. Orang lain yang melihatnya, tentu menyarankan untuk meninggalkan pasangan tersebut. Karena hanya banyak membawa keburukan daripada kebaikan. Tetapi, dia ternyata lebih memilih untuk tetap bertahan. Dengan alasan, sudah males mencari dan memulai cinta yang baru, belum tentu jika ia yang mencari yang baru akan memperlakukannya lebih baik dari yang sekarang, atau terlalu takut dengan kesendirian yang nanti akan ia hadapi karena sudah terbiasa menghadapi hari-harinya berdua dengan sang kekasih/suami. Atau ada juga yang bertahan dengan alasan materi (siapa yang akan mencari nafkah untuknya) dan anak. Hidup dimadu pun akan mereka terima, asalkan mereka tidak ditinggalkan.

Bagi mereka tipe ini, kesendirian itu lebih menyakitkan dari apapun.

Tetapi, ada juga beberapa teman yang saya kenal, yang lebih memilih sendiri setelah mengalami kegagalan dalam hubungan. Mereka yang biasanya mengalami trauma baik psikis atau fisik, kehancuran kepercayaan dirinya ataupun kepercayaannya terhadap orang lain, atau tidak bisa lagi mencintai orang yang baru, yang menjadi dasar mereka untuk memilih hidup sendiri.

Mungkin orang lain yang melihatnya akan menyuruhnya untuk mencari seseorang yang baru juga. Toh, masih banyak ikan dilaut. Sebelum menemukan yang tepat tentu akan bertemu dengan yang salah dahulu. Dan masih banyak alasan lainnya untuk menyuruh mereka tidak larut dengan traumanya. Akan tetapi, apa yang kita rasakan, hanya kitalah yang lebih mengetahuinya daripada orang lain yang hanya bisa memahami dan mengerti. Terlebih, kebutuhan setiap orang itu berbeda.

Akan tetapi, bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan ini, lebih memilih untuk menyendiri dalam melanjutkan hidupnya daripada harus mengalami luka untuk disakiti, dikhianati dan ditinggalkan oleh orang yang mereka cintai lagi dan lagi.

Bagi mereka tipe ini, kepercayaan yang hancur itu lebih menyakitkan daripada kesendirian.

Bagi yang sudah menemukan seseorang yang baik, yang bisa menjaga kepercayaan kalian, yang bersedia melewati suka dan duka bersama kalian, maka hargai lah dan jaga lah dengan baik. Karena tidak semua orang bisa seberuntung dengan apa yang kalian miliki saat ini.

Bagi yang tersakiti, semuanya ada dipilihan kalian. Karena setiap kebutuhan orang berbeda. Ada yang tidak bisa hidup dengan kesepian, ada juga yang tidak bisa hidup dengan perasaan yang tersakiti. Semua itu, sesuai dengan apa kebutuhan kita masing-masing.

Bagaimanapun, hidup itu pilihan. Jadi bertanggungjawablah dengan pilihan yang telah anda putuskan. Jangan menyalahkan ”itu adalah takdir Tuhan”. Tidak, Tuhan menyediakan beragam pilihan untuk kita, yang nanti, kita lah yang memilihnya. Oleh karena itu, apa yang kita pilih, kita lah yang bertanggung jawab dengan resiko dan konsekwensi yang ada. Tidak ada pilihan yang tidak menanggung resiko dan dimintai pertanggung jawabannya oleh Tuhan.


9 komentar:

  1. Jadi, kalo gt akal kita berperan penting dalam hal ini. Memilih, atau tidak.

    Tapi apakah bisa kita katakan dia "bisa hidup bahagia" walau tanpa pasangan. Karena sejatinya makhluk hidup diciptakan berpasangan.
    Langit-Bumi; Malam-Siang; Kaya-Miskin; Wanita-Pria; Suami-Istri.

    Lebih baiknya kita mengikuti jalur aman, yaitu berpasangan-lah jika memang sudah waktunya.
    Karena dng adanya pasangan hidup, bisa saling membangun kehidupan yang layak. Begitu pula itu sangat berarti bagi anak kita nanti

    BalasHapus
  2. @piyu: akal dan perasaan lbh tepatnya. Karena kita hidup, tidak hanya dg akal aja, dan jg dg perasaan.

    Tapi sudah byk contohnya, dg berpasangan malah membuat sengsara. makanya kenapa adanya perceraian, orang yang meninggalkan dan yang tertinggalkan. Dunia ini tidak ada yang tetap. apalagi hati manusia. mudah berubah. apalagi jika org yg bermslh dg komitmen. Dan juga, bukankah jodoh itu tidak ada hanya didunia aja, tapi jg diakhirat.

    Jodoh didunia ini, seperti gambling. 50% berhasil 50% tidak. Dengan alasan, kita semua manusia biasa. Well,, itu semua tergantung dari kita masing2 menyikapinya. Apakah mau gambling take a chance atau menyudahi chance itu.

    dikembalikan lagi, kebutuhan setiap kita berbeda. ada yg memilih gambling utk tetap bertahan ada yg memilih tidak. Karena makna kebahagiaan dan penderitaan bagi org itu berbeda2^^

    BalasHapus
  3. Iya. Nah itu ditambah dng perasaan. :D

    Tapi, jodoh bukan "gambling" loh... Tetapi jodoh adalah pilihan, kita mau atau tidak. Mau dan tidaknya, tak akan menghasilkan "jackpot". Tapi menghasilkan kepuasan tersendiri.

    Kalo kebahagiaan tiap orang2 berbeda, saya setuju. Tapi penderitaan itu semua sama. :D
    kalo sakit semua orang pasti menderita...

    BalasHapus
  4. @piyu: nah itu dia, jodoh adalah pilihan :) sama dg jalan hidup kita adalah pilihan kita, dg seizin Dia. Dan tetap saja gambling sih menurut mia, karena kita tidak pernah tau bagaimana masa depan, tapi dg keputusan kita (itupun kalau kita komitmen dg apa yg kita putuskan), sudah mencerminkan dari masa depan itu sendiri. walau itupun tdk 100%. Karena manusia suka berubah hati dan keputusannya. Jika ia merubah hati, maka berubah lagi masa depannya

    penderitaan mmg sama, tapi makna nya yg tidak sama.

    makanya tiap orang punya penderitaan yang paling ditakutinya berbeda2, begitu pula dg kebahagiaan.

    Ada yg paling takut miskin, makanya menjadi materialistis. Krn baginya, kemiskinan hal yang paling membuatnya menderita. tapi ada jg kan, org yang tetap bisa tabah dalam kemiskinannya, karena hal itu bukan ketakutan terbesarnya.

    ada juga orang yg paling takut sendirian. makanya ia membuthkan seseorang disisinya, walaupun orang itu tidak memperlakukan dia dg baik, ia tetap bertahan di sisi orang itu. KArena kesendirian adalah hal yg paling membuatnya menderita.

    Ada juga orang yg takut disakiti, makanya ia memilih untuk tidak mengizinkan seorangpun menyakitinya dengan kesendiriannya.

    Setiap pilihan, mempunyai resiko. dan tiap orang memilih suatu pilihan yg dirasanya lebih sesuai utk dirinya dan lebih bisa untuk ia hadapi.

    semua hal yang sedih dan negatif pasti membuat kita menderita, tetapi ada satu hal yang paling membuatnya menderita dan secara naluriah, manusia mencari jalan keluar untuk mengatasinya dan menghadapinya. dan setiap jalan keluar itu, mempunyai resikonya masing2. Tapi setidaknya, ia bisa keluar dari hal yang paling membuatnya menderita. Kita semua mempunyai batas limit, karena kita manusia biasa :)

    BalasHapus
  5. Hm. begitu...

    wah terima kasih neh. Tulisannya mencerahkan,
    menunggu tulisan selanjutnya. Oke. :)

    BalasHapus
  6. Perempuan menjadi "perkasa" dengan kesendiriannya. Ya, kadang itulah yang selalu disangsikan. Namun perempuan akan lebih bisa "menyendiri" lagi tanpa lingkungan yang "sehat"
    nice article Mia, hehhehe senang bisa berbagi :)

    BalasHapus
  7. Eh, you're back..*huggie*

    Like this stuff. "Ketohok" :p.

    BalasHapus
  8. و جعلناكم شعوبا و قبائل لتعارفوا إن أكرمكم عند الله أتقاكم

    BalasHapus
  9. Nice writing.. :)

    BalasHapus

Mohon berbahasa yang sopan (boleh melawak asal sopan)dan tidak melenceng dari postingan atau memuat iklan. Komentar yang dianggap ga pantas akan di hapus oleh admin Tora^^

Thanks